Ikuti kami di Blogger atau di Google News
...
Apakabar Nokia dan Blackberry

Apakabar Nokia dan Blackberry

Apakabar Nokia dan BlackBerry, kisah dua merk usang Nokia dan BlackBerry saat ini
Apakabar Nokia dan Blackberry

Kenangan singkat di dunia Handphone. Mungkin menjadi yang terbaik pada zaman itu. Minggu ini di Mobile World Congress , dua perusahaan berusaha untuk menyalakan kembali semangat baik itu setelah satu dekade mengalami keterpurukan.

Sepuluh tahun lalu, Nokia dan BlackBerry ada diposisi paling tinggi. Keduanya masuk di antara nama yang paling tepercaya dan banyak dibeli oleh konsumen, sebelum datangnya smartphone jenis baru yang telah mengubah segalanya.

Kedua merk tersebut berbagi pasar yang sama selama dekade terakhir, diiringi langkah yang berat dan upaya mengembangkan penemuan baru yang sudah sangat terlambat, dan minggu ini di pameran smartphone terbesar di dunia, keduanya akan dilahirkan kembali di tangan pihak ketiga.

Nokia kini kembali hadir dipimpin mantan karyawan-nya, mencoba peruntungan untuk bisa membawa nama NOKIA kembali mendapatkan jatah tempatnya di dunia smartphone

Sementara Blackberry, saat ini memutuskan untuk bekerjasama dengan TCL, perusahaan asal China dengan nilai jutaan dollar yang terkenal dengan produk TV-nya, yang juga sukses dengan merk Alcatel-nya di Amerika Serikat.

Bagi Blackberry, kerjasama ini dianggap cara tepat diwaktu yang tepat untuk bisa tetap bertahan, sementara bagi TCL kerjasama ini mungkin hanyalah untuk memanfaatkan kenangan indah saja, selain juga menambah daftar smartphone dalam portofolio perusahaan mereka.

Pertaruhan menarik untuk TCL dan juga HMD, untuk mengetes loyalitas sebuah merk. Mungkinkah kesuksesan yang dulu bisa terwujud kembali? dan juga apakah nama besar dan logo lebih berarti bagi konsumem dibanding perusaan yg sebenarnya yang akan mengambil alih mereka.

Kisah dua merek Usang

Apakabar Nokia dan Blackberry

Ambisi Blackberry/TCL sebenarnya terdengar sederhana saja. GM TCL/BlackBerry Mobility Bruce Walpole mengungkapkan bahwa keinginannya untuk tetap mengusung fitur unggulan Blackberry selain BBM nya, yaitu keyboard fisik QWERTY. Paling tidak akan mendapatkan lahan pasar sebesar 25% saja. Ia menambahkan bahwa perusahaan itu sudah akan cukup puas jika setengah saja dari 25% itu mengambil KeyOne.

Harapan sederhana itu datang tidak lain karena dukungan dari perusahaan besar bernilai triliunan rupiah TCL. Seandainya KeyOne gagal pun kemungkinan tidak akan berdampak besar pada laba perusahaan.

Apakabar Nokia dan Blackberry

Sebaliknya, HMD yang tampak lebih meriah dalam acara itu mengumumkan bahwa peluncuran kembali NOKIA akan menjadi sebuah titik balik atau Game Changer.

Dan sementara HMD yang dinilai belum tentu bisa mewujudkan janji - janjinya, namun suara itu sudah dibuktikan dengan hadirnya 3 smartphone terbaru nokia, salah satunya Nokia 6 yang diluncurkan dipasar China baru - baru ini dan akan segera mendunia.

HMD mendukung merek Nokia karena memang sudah seharusnya. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan utama memasarkan Handphone bermerek Nokia. Jika perangkat ini gagal menarik minat masyarakat, maka HMD kemungkinan akan gagal juga. Mereka bertumpu pada nama besar Nokia sebagai diferensiasi utama pada pasar yang sudah sangat ketat ini.

Nokia sudah pernah kalah dalam pertarungan ini, sebuah sentimen yang ditangkap dengan sempurna pada tahun 2011 oleh CEO perusahaan saat itu, Stephen Elop, yang menulis memo kepada stafnya yang sama-sama putus asa dan penuh harapan. Memo "Burning Platform" menggambarkan sebuah perusahaan di ujung tanduk, ibarat manusia yang terjebak dalam tanker minyak di tengah lautan yang luas.

"Ada sebuah cerita tentang seorang pria yang bekerja di sebuah pengeboran minyak di Laut Utara",
"Dia terbangun suatu malam dari ledakan keras, yang tiba-tiba membakar seluruh tanker minyaknya. Hanya dalam beberapa saat, dia dikelilingi oleh api"

Tulis Elop

Seperti yang kita tahu cerita dibalik ambruknya Nokia. Nokia tidak mau beradaptasi dengan perubahan dunia ponsel karena membanggakan pangsa pasar yang sudsh mereka kuasai, tepat dimana muncul merk baru Iphone dan smartphone Android yang yang jelas lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen yang terus maju. Dan jauh setelah itu, keinginan Nokia untuk mencoba mengubah sistem operasi mereka pun akhirnya sudah terlambat.

Kembali ke Blackberey, perusahaan menyebut KeyOne akan menjadi perangkat pertama BlackBerry tanpa "kompromi", sebuah pengakuan implisit bahwa semua perangkat sebelumnya telah gagal memenuhi harapan konsumen dalam satu atau lain cara.

Keyboard fisik tentu saja merupakan bagian penting dari daya tarik perangkat, baik dalam hal berharap untuk menangkap kembali pengguna yang masih merindukan fitur tersebut setelah bertahun-tahun hanya menggunakan layar sentuh, sambil memainkan rasa nostalgia. Dengan kedatangan perangkat yang secara resmi dikenal sebagai Merkurius, yang memberi lebih dari sekadar penghormatan kepada perangkat sebelumnya, tampaknya kita akhirnya memasuki era nostalgia smartphone.

Tapi jelas nostalgia saja tidak akan cukup untuk menjaga merek tetap bertahan.

Nostalgia saja adalah alasan buruk untuk membeli Smartphone. Ini adalah titik awal yang baik jika Anda ingin menyebarkan berita di pasar yang ramai. Lagi pula, sulit membayangkan ada orang yang begitu memperhatikan peluncuran HMD minggu ini jika tidak terkait dengan merek Nokia. Dan Smartphone perusahaan TCL yang diluncurkan di bawah bendera Alcatel hampir pasti tidak akan mendapatkan perhatian yang sama dengan kelahiran kembali BlackBerry. Tetapi Anda membutuhkan lebih dari sekadar branding untuk menggantungkan topi Anda di sini.

Dari semua perusahaan smartphone terkemuka, Samsung paling fokus pada keamanan. Namun BlackBerry, yang terus eksis sebagai perusahaan perangkat lunak dan layanan yang independen dari TCL, telah melakukan ini sejak lama. Solusi yang menghadap pengguna seperti aplikasi DTEK-nya, yang menawarkan peringkat keamanan, membuat konsep lebih mudah diakses.

Disisi lain HMD tampaknya masih terbuai akan nostalgia. Produk nokia tidak banyak menawarkan fitur seperti layaknya smartphone saat ini. Justru membuat ulang fitur jadul-nya dengan nama dan produksi yang baru. Bahkan Anda akan kesulitan membedakan Nokia dengan HP murah diluaran jika bukan karena merk-nya.

Ada banyak model ponsel legendaris dalam sejarah Nokia, kata Chief Product Officer HMD (dan mantan Nokia) Juha Sarvikas dalam briefing sebelum peluncuran. "Kami berpikir panjang dan keras tentang apakah kami harus membawa kembali sebuah legenda dan kemudian kami memutuskan untuk membuat ulang 3310", ungkapnya.

Sulit membayangkan kita akan mengingat Mobile World Congress tahun ini sebagai tahun kembalinya kedua merek tersebut. Apa yang tampaknya jauh lebih mungkin adalah bahwa mereka akan turun sebagai yang lain dalam garis panjang upaya untuk meluncurkan kembali merek yang tidak pernah sepenuhnya pulih dari kedatangan iPhone dan Smartphonr android.

Ekspektasi publik terhadap smartphone di tahun ini terlalu tinggi untuk dipuaskan dengan nostalgia saja.

Baca juga

Advertisement

Dare to be Different!

Posting Komentar

Tuliskan pertanyaan seputar topik artikel diatas! Atau pertanyaan out of topic di .
Use this tools to convert basic comment to html characters, then copy it to comment form


image quote pre code